Tips Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung [UpdateTerbaru]

Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung – Penyakit jantung sebagai mana telah dijelaskan sebelumnya adalah penyakit dimana  jantung secara berangsur – angsur kehilangan kemampuan untuk melakukan fungsinya secara normal sehingga menghambat proses transportasi jantung yang kemudian akibatnya sangat fatal bagi manusia seperti, menyebabkan sesak nafas.

Penyakit Jantung

Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung

Download Software Apotek dan Klinik Gratis Klik Disini !!

Dalam keadaan ini untuk meminimalisir keadaan yang memberatkan pada jantung maka ada dua alternatif penanganannya yaitu:

  1. Modifikasi diet
  2. Obat – obatan

Terfokus pada modifikasi diet, pada penderita penyakit jantung dapat dilakukan Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung. Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung terdiri atas dua kata yaitu diet dan jantung yang dapat didefinisikan sebagai berikut:

Diet, aturan makan khusus untuk sehat dan sebagainya (atas petunjuk ahli) berpantang atau menahan diri terhadap makanan tertentu untuk kesehatan, mengatur kuantitas dan jenis makanan untuk mengatur berat badan atau penyakit.

Jantung, bagian tubuh yang menjadi pusat transportasi darah yang terletak di dalam rongga dada sebelah atas. Sehingga secara umum diet jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah pengaturan pola makan khusus terhadap penderita penyakit jantung baik kuantitas maupun jenis makanan.

Diet jantung ( diet pada penderita penyakit jantung terdiri atas dua jenis yaitu:

  • Diet disipidemia tahap I, mengandung kolesterol dan lemak jenuh tinggi
  • Diet pisipidemia tahap II, mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih rendah.

Dengan catatan apabila penderita ternyata sudah sesuai dengan diet tahap I, maka Langsung diberikan diet tahap II dan bila tidak maka diet dimulai lagi dari tahap I.

Tujuan Diet Jantung

Tujan diet secara umum antara lain sebagai berikut:

  1. Menurunkan berat badan
  2. Mengubah jenis dan asupan lemak makanan
  3. Menurunkan konsumsi kolesterol, sedangkan:

Tujuan diet jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah

  1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung
  2. Menurunkan berat badan penderita bila si penderita mengalami obesitas
  3. Mencegah dan menghilangkan penimbunan garam dan air
  4. Menurunkan kadar kolesterol dibawah 130 mg/dl dan kadar kolesterol total sebesar 200 mg/dl.

Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung

Pelaksanaan Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung

Dalam keadaan menderita penyakit jantung dimana keadaan jantung mengalami kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsinya, pada awal penyakit jantung masih mampu mengkompensasi ketidak efisienan fungsinya, namun dalam keadaan tidak terkonpensasi maka fungsi jantung akan melemah, yang akibatnya berkurang pula aliran darah dan berakibat juga terhadap ginjal, hati, otak, serta tekanan darah sehingga selain obat – obatan, diet jantung mutlak diperlukan.

Baca Juga : Makanan Yang Sehat Untuk Jantung

Dalam permulaan pelaksanaan Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung ada beberapa tata laksana serta syarat yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Gizi Seimbang

Diet terapeutik apapun harus memadai dalam keseimbangan zat-zat gizi/diet seimbang sesuai dengan nilai kecukupan yang dianjurkan. Pada pelaksanaannya harus terdiri dari bermacam-macam makanan dari semua kelompok makanan dengan mengacu pada slogan “4 sehat 5 sempurna”.

  1. Lemak Total

Lemak total pada Diet sebaiknya < 30% kalori total. Pengurangan lemak total mempermudah pengurangan lemak jenuh dan mungkin membantu penurunan berat badan pada pasien dengan obesitas. Asupan lemak total saat ini di Amerika Serikat rata-rata adalah 36-37% dari seluruh kalori, sedangkan di Indonesia rata-rata hanya 18% dari seluruh kalori. Pada ekonomi golongan menengah dan atas di Indonesia asupan lemak kira-kira 35 % dari total kalori. Oleh karena itu, asupan lemak harus dikurangi sekitar seperlimanya untuk mencapai sasaran tersebut di atas.

  1. Lemak Jenuh

Lemak jenuh terdiri dari 3 asam lemak utama yang dapat meningkatkan kolesterol, yang mempunyai panjang rantai karbon 12 (asam laurat), 14 (asam miristat)  dan  16  (asam  palmitat). Makanan yang kaya ketiga asam lemak jenuh ini adalah target utama yang harus dikurangi. Efek dominan lemak jenuh adalah meningkatkan kadar kolesterol. Untuk Indonesia, termasuk di antaranya adalah lemak mentega (terdapat pada mentega, susu, krim, es krim dan keju) dan lemak sapi, babi, kambing dan unggas. Sisanya adalah dari produk nabati. Hidrogenasi (penambahan atom hidrogen) adalah suatu proses mengubah minyak nabati menjadi lemak yang lebih padat, mengubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak trans. Pasien dengan kadar kolesterol yang tinggi sebaiknya membatasi asupan makanan yang tinggi asam lemak trans, misalnya shortening yang dihidrogenasi, beberapa jenis margarin, dan makanan yang mengandung lemak ini. Namun demikian, margarin lunak atau cair umumnya mempunyai kandungan asam lemak trans yang lebih rendah dibanding jenis yang padat,  bahkan margarin mempunyai potensi yang lebih rendah untuk meningkatkan kolesterol dibanding mentega. Margarin lunak masih menjadi pilihan yang lebih baik untuk olesan dan memasak dibanding mentega. Konsumsi santan yang kental juga harus dihindari.

  1. Lemak Tidak Jenuh Rantai Tunggal

Pada kedua tahap diet terapeutik, lemak tak jenuh rantai tunggal, terutama asam oleat, dapat mencapai 15% kalori total. Asam oleat adalah asam lemak utama yang terdapat pada kacang tanah, minyak zaitun, minyak canofa. Selama bertahun-tahun, asam oleat dianggap netral terhadap kolesterol total, tidak meningkatkan maupun menurunkan kadar kolesterol. Narnun demikian bukti terbaru menunjukkan bahwa asam oleat dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol hampir sebesar asam linoleat yang tidak jenuh dan berantai ganda jika salah satunya menggantikan lemak jenuh dalam diet.

  1. Lemak Tidak Jenuh Rantai Ganda

Ada dua kelompok utama lemak tak jenuh rantai ganda, yang biasa disebut asam lemak omega-6 dan omega-3. Asam lemak omega-6 utama adalah asam linoleat. Substitusi lemak jenuh tinggi dengan makanan kaya asam linoleat menghasilkan penurunan kadar kolesterol. Beberapa minyak nabati kaya akan asam linoleat, misalnya minyak kedelai, minyak jagung, minyak safflower dan biji bunga matahari. Minyak ini, sebagaimana yang tinggi asam lemak tak jenuh tunggal, mempunyai densitas kalori yang tinggi sehingga dapat menaikkan asupan kalori dan menaikkan berat badan. lkan dan kerang adalah sumber utama asam lemak omega-3. Asam lemak utama pada kelompok ini adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Keduanya mempunyai efek yang kecil terhadap kadar kolesterol pada pasien dengan kadar trigliserida  normal.  Beberapa  data epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi ikan jenis apa pun, yang mengandung asam lemak omega-3, berhubungan dengan penurunan resiko, belum jelas apakah hubungan nyata ini disebabkan oleh lemak ikan itu sendiri atau faktor lain. Karena mengandung lemak jenuh yang rendah, ikan baik sebagai sumber protein dalam diet.

  1. Kolesterol

Konsumsi kolesterol yang tinggi menyebabkan hiperkolesterolemia dan aterosklerosis pada sejumlah besar hewan penelitian, termasuk primata bukan manusia. Meskipun asupan tinggi kolesterol pada manusia tidak selalu menyebabkan peningkatan secara nyata kadar kolesterol serum seperti pada kelinci dan beberapa primata, studi epidemiologis menunjukkan bahwa peningkatan asupan kolesterol meningkatkan rata-rata kadar kolesterol serum pada suatu populasi.

  1. Protein

Asupan protein pada Diet adalah 15% dari kalori  total.  Pada  beberapa  hewan penelitian, protein nabati (contohnya protein kedelai)  menurunkan kadar kolesterol dibandingkan dengan protein hewan; efek ini tidak ditemukan pada manusia dengan jumlah asupan protein yang biasa.

  1. Karbohidrat

Karbohidrat sebaiknya merupakan penyumbang > 55% dari jumlah kalori total pada Diet dan sebaiknya berupa karbohidrat kompleks.

  1. Serat

Serat makanan adalah polimer karbohidrat yang tak dapat dicerna. Satu jenis serat dapat larut dalam air; jenis ini menambah massa feces (tinja) dan membantu menormalkan  fungsi  kolon.  Serat makanan yang tidak larut misalnya bekatul tidak menurunkan kadar kolesterol  serum,  meskipun  memberikan manfaat yang lain bagi kesehatan. Serat yang larut dalam air, misalnya pektin, beberapa jenis gum, dan psyllium seed husks, mempunyai potensi menurunkan kolesterol. Asupan serat dalam menu sehari-hari sebaiknya 20-30g/hari untuk orang dewasa. Rekomendasi ini dibuat terutama untuk mencapai fungsi gastro-intestinal yang normal dan mungkin memberikan manfaat yang lain bagi kesehatan. Sekitar 25% (6 g) sebaiknya berupa serat yang dapat larut. Bahan makanan yang mengandung banyak pektin  adalah  apel,  kesemek  dll. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah- buahan.

  1. Garam

Penyakit jantung juga berhubungan dengan tekanan darah yang kemudian berhubungan dengan asupan natrium. Banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pembatasan asupan garam dapur (natrium klorida) akan menurunkan rata-rata tekanan darah. Konsumsi garam rata-rata di Amerika Serikat adalah 8-12 g/hari, di Indonesia diperkirakan 11-15 g/hari meskipun asupannya sangat bervariasi. Asupan ini jauh lebih besar dibanding  kebutuhan  natrium  bagi kesehatan, yaitu sebesar 500 mg/hari.

  1. Vitamin dan Mineral yang cukup serta hindari suplemen kalium, kalsium, magnesium bila diperlukan.

Sesuai dengan pengertian serta tujuan diet yaitu mengatur pola makan dengan berbagai syarat yang ditentukan maka terhadap Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung adap beberapa makanan yang diperbolehkan untuk di konsumsi namun tetap dalam batas yang di anjurkan antara lain:

  • Sumber HA

Beras terutama beras tumbuk, beras merah, macaroni, roti tinggi serat, cereal, ubi, kentang, kue buatan sendiri dengan sedikit mengandung minyak/lemak tak  jenuh.

  • Sumber protein hewani

Daging sapi kurus, unggas tanpa kulit, ayam, ikan, dan putih telur.

  • Sumber protein nabati

Tahu, tempe, dan kacang – kacangan.

  • Sumber lemak

Minyak jagung, minyak kedelai,kacang tanah, minyak biji bunga matahari, minyak wijen, margarine tanpa garam yang dibuat dari minyak tidak jenuh ganda.

  • Sayuran

Semua sayuran dalam bentuk segar, direbusm dikukus, disetup, ditumis dengan minyak tidak jenuh ganda, dimasak dengan santan encer.

  • Buah

Semua buah dalam keadaan segar dan bentuk jus.

Selain itu ada pula beberapa makanan yang merupakan pantangan atau bahkan dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung antara lain:

  • Sumber KH

Produk makanan jadi, biscuit krakers berlemak, kue – kue berlemak

  • Sumber protein hewani

Daging gemuk, daging kambing, jeroan, otak, sosis, kuning telur (dibatasi hingga 3 butir/minggu), susu kental manis, es krim.

  • Sumber protein nabati

Makanan yang dimasak dengan santan kental dan digoreng dengan minyak kelapa sawit.

  • Sayuran

Yang dimasak dengan mentega dan minyak kelapa sawit dengan santan kental

  • Buah, semua jenis buah yang diawetkan
  • Minyak, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, mentega, margarine kelapa, dan santan kental.

Baca Juga : Cara Menjaga Jantung Tetap Sehat

Pelaksanaan Diet Untuk Penderita Penyakit Jantung / tahap :

Diet Jantung I
Diberikan kepada pendrita dg Miocard Infark (MCI) akut atau Congestive cardiac failure berat. Diberikan berupa 1- 1,5 lt cairan/ hari selama 1-3 hari bila penderita dapat mencernanya, makanan ini sangat rendah kalori dan semua zat gizi.

Diet Jantung II
Makanan diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak setelah masa akut MCI dapat diatasi menurut beratnya Hipertensi atau Oedema yang menyertai penyakit, makanan yang diberikan rendah garam.(Diet jantung II rendah garam),
makanan ini rendah kalori, protein, kalsium dan thiamin.

Diet Jantung III
Diberikan kepada penderita Jantung yang tidak terlalu berat atau sebagai perpindahan dari diet jantung II diberikan dalam benruk mudah cerna berbentuk lunak atau biasa makanan ini rendah kalori tetapi cukup zat gizi lain
rendah garam menurut beratnya hipertensi atau Oedema yang menyertai (diet jantung III rendah garam).

Diet Jantung IV
Diberikan kepada penderita Jantung ringan atau , atau sebagai perpindahan dari diet jantung III. Diberikan dalam bentuk makanan biasa
Rendah garam menurut hipertensi atau Oedema yang menyertai penyakit (diet jantung IV rendah garam) Makanan ini cukup kalori dan zat Gizi lain.
Contoh jadwal pemberian makanan/hari pada pelaksanaan diet jantung tahap I :

Pukul 06.00 susu rendah lemak 1 gls
Pukul 08.00 susu rendah lemak 1 gls
Pukul 10.00 air jeruk 1 gls
Pukul 13.00 susu rendah lemak 1 gls
Pukul 15.00 sari papaya 1 gls
Pukul 18.00 susu rendah lemak  1 gls
Pukul 20.00 the manis 1 gls

 

Search Keyword :

  • 4 Tips Diet dan Pantangan Untuk Penderita Penyakit Jantung
  • Tips diet untuk penderita penyakit jantung
  • 11 pantangan diet untuk penderita penyakit jantung
  • Tips Diet
  • Diet jantung
  • Diet Untuk penderita penyakit jantung