Peluang Usaha Mendirikan Apotek Dengan Modal Kecil

Mendirikan Apotek – Apotek adalah suatu tempat, dimana tempat itu dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya yang di salurkan kepada masyarakat. Salah satu realisasi pembangunan dibidang kefarmasian oleh pemerintah dan swasta adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek.
Jadi apotek merupakan suatu jenis bisnis eceran (retail) barang yang diperdagangkan terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan kesehatan (alat kesehatan). Sebagai perantara, apotek dapat mendistribusikan perbekalan farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki beberapa fungsi kegiatan yaitu : pembelian, gudang, pelayanan dan penjualan, keuangan, dan pembukuan, sehingga agar dapat di kelola dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) disamping ilmu kefarmasian yang telah dikuasai, juga diperlukan ilmu lainnya seperti ilmu Pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting). Anda bisa menggunakan Software Apotek Kami untuk mengelola manajemen apotek dengan baik.

Download Software Aplikasi Apotek Dan Klinik Gratis Klik Disini !!

Mendirikan Apotek

Mendirikan Apotek

Sebelum Mendirikan Apotek kita harus mengerti apa tujuan dari membangun bisnis apotek ini, berikut penjelasan Tujuan Pendirian Apotek Antara Lain :
1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.
2. Sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.
3. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat pada umumnya.
4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).
5. Memberikan keringanan biaya bagi rakyat kurang mampu di daerah desa Prawatasari dalam bentuk subsidi obat.

Baca Juga : Aplikasi Apotek IT Brain

Adapun Faktor yang harus diperhatikan dalam mendirikan apotek meliputi :

1. Pemilihan lokasi
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi apotek :
a. Letaknya strategis
b. Penduduk yang cukup padat
c. Daerah yang ramai
d. Dekat dengan tempat praktek dokter
e. Keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.
2. Syarat mendirikan apotek berdasar Kepmenkes meliputi :
a. Fotokopi SIK atau SP
b. Fotokopi KTP dan surat Pernyataan tempat tinggal secara nyata
c. Fotokopi denah bangunan surat yang menyatakan status bangunan dalam bentuk akte hak milik
d. Daftar Asisten Apoteker (AA) dengan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus dan SIK
e. Asli dan fotokopi daftar terperinci alat perlengkapan apotek
f. Surat Pernyataan APA tidak bekerja pada perusahaan farmasi dan tidak menjadi APA di Apotek lain
g. Asli dan fotokopi Surat Izin atas bagi PNS, anggota ABRI dan pegawai instansi pemerintah lainnya
h. Akte Perjanjian kerjasama APA dan PSA
i. Pernyataan PSA tidak terlibat pelanggaran PerUndang-Undangan farmasi

NAMA APOTEK

Sebagai Contoh :
Nama apotek yang didirikan adalah Apotek “DWI FARMA” yang terletak di Jl. Pahlawan No.20 desa bluru, Sidoarjo.
1. Apoteker Pengelola Apotek (APA), yang juga bertindak sebagai Pemilik Sarana Apotek I (PSA I)
Nama : Dwi Kurniawan, S.Farm., Apt.
Alamat : Perumahan Graha Kuncara No. 102 Rt.01/X Sidoklumpuk, Sidoarjo.
2. Pemilik Sarana Apotek II (PSA II)
Nama : Setyawan
Alamat : Jl. Pahlawan No.20 Bluru, Sidoarjo.

ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN

Alat dan perbekalan yang diperlukan untuk pendirian suatu apotek adalah :
1. Bangunan, terdiri dari :
a. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien
b. Tempat mendisplai informasi, brosur bagi pasien
c. Ruang tertutup untuk konseling
d. Ruang peracikan dan penyerahan obat
e. Toilet
2. Kelengkapan Bangunan Apotek
a. Sumber air
b. Sumber penerangan
c. Alat pemadam
d. Ventilasi
e. Sanitasi
f. Papan nama APA
g. Billboard nama apotek
3. Perlengkapan Kerja
a. Alat pengolahan / peracikan :
1) Batang pengaduk
2) Cawan penguap
3) Corong
4) Gelas ukur, gelas piala
5) Kompor / pemanas
6) Labu Erlenmeyer
7) Mortir
8) Penangas air
9) Panci
10) Rak tempat pengering
11) Spatel logam / tanduk / gelas/ porselen
12) Thermometer
13) Timbangan milligram + anak timbangan (ditera)
14) Timbangan gram + anak timbangan (ditera)
b. Wadah
1) Pot / botol
2) Kertas perkamen
3) Klip dan kantong plastic
4) Etiket (biru dan putih)
c. Tempat Penyimpanan
1) Lemari / rak obat
2) Lemari narkotika
3) Lemari psikotropika
4) Lemari bahan berbahaya
5) Kulkas
4. Perlengkapan Administrasi
a. Blanko surat pesanan
b. Blanko faktur penjualan
c. Blanko nota penjualan
d. Blanko salinan resep
e. Blanko laporan narkotika dan psikotropika
f. Buku catatan pembelian
g. Buku catatan penjualan
h. Buku catatan keuangan
i. Buku catatan narkotika dan psikotropika
j. Buku catatan racun dan bahan berbahaya
k. Kartu stok obat
5. Kelengkapan Buku Pedoman
a. Buku standar yang wajib :
1) Farmakope Indonesia edisi terakhir
2) Kumpulan peraturan / UU
b. Buku lainnya :
1) IMMS, ISO edisi terbaru
2) Pharmakologi dan terapi

TENAGA KERJA

Selain Apoteker Pengelola Apotek, dibutuhkan beberapa tenaga kerja yaitu :
Asisten Apoteker : 2 orang
Tenaga administrasi / kasir / obat bebas : 1 orang
Pembantu umum : 1 orang
Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan peranannya di dalam apotek.

STRATEGI DAN INOVASI

Dalam rangka mengembangkan usaha perapotekan ini diperlukan strategi inovasi khusus, sehingga nantinya diharapkan mampu mempertahankan eksistensi apotek PRAWATA FARMA dan mampu memajukan apotek dengan membuka cabang-cabang baru di daerah lain. Adapun strategi yang ditempuh antara lain :
1. Menyediakan jasa konseling secara gratis oleh APA.
2. Menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. Jika obat yang dibutuhkan pasien tidak ada maka berusaha mengambil di apotek lain, diusahakan agar pasien pulang mendapat obat yang diperlukan tanpa copie resep.
3. Monitoring pasien. Monitoring dilakukan terhadap pasien via telepon, terutama untuk pasien dengan penyakit kronis. Hal ini dilakukan untuk mengontrol keadaan pasien dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap apotek.
4. Fasilitas yang menarik. Ruang tunggu dibuat senyaman mungkin dengan fasilitas AC, TV, tempat duduk yang nyaman, majalah kesehatan, Koran dan tabloid serta tempat parkir yang luas.
5. Kerjasama dengan praktek dokter
6. Menerima pelayanan resep dengan sistem antar jemput (dengan catatan masih dalam wilayah Kartasura)
7. Memberikan bantuan rakyat bagi masyrakat yang kurang mampu dalam bentuk subsidi obat serta bekerjasama dengan kelurahan setempat

cara-menghitung-modal-pendirian-apotik

STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK

Modal diperoleh dari kerjasama :
I. Dwi Kurniawan, S. Farm., Apt. Rp. 100.000.000;
II. Setyawan Rp. 100.000.000;
1. Modal
a. Modal tetap Rp. 30.000.000;
– Perlengkapan penunjang
(Mebeler, kulkas)
– Perlengkapan apotek Rp. 20.000.000;
– Biaya perizinan Rp. 2.000.000;
– Kendaraan Rp. 7.000.000;
b. Modal Operasional Rp. 121.000.000;
Cadangan modal Rp. 20.000.000; +
Total Modal Rp. 200.000.000;

2. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1
a. Biaya rutin bulanan
1). Tenaga kerja
– Apoteker (1 orang) Rp. 1.500.000;
– Asisten Apoteker (2 orang) Rp. 1.000.000;
– Tenaga administrasi / penjualan bebas Rp. 400.000;
– Pembantu umum Rp. 300.000; +
Rp. 3.200.000;

2). Biaya lain-lain
– Administrasi Rp. 500.000;
– Listrik, telepon Rp. 600.000;
– Lain-lain Rp. 800.000; +
Rp. 1.900.000;

b. Biaya rutin tahun ke-1
1). Biaya bulanan 12 x Rp. 5.100.000; Rp. 61.200.000;
2). Tunjangan hari raya (1 bulan gaji) Rp. 3.200.000; +
Rp. 64.400.000;

3. Proyeksi Pendapatan
a. Pendapatan tahun ke-1
Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 10 lembar / hari dengan
harga rata-rata perlembar diperkirakan Rp. 75.000; dengan demikian
akan diperoleh pendapatan pada tahun pertama sebagai berikut :
– Penjualan resep tahun I (10x25x12)xRp.75.000; Rp. 225.000.000;
– Penjualan bebas 25x12xRp. 350.000; Rp. 105.000.000;
– Penjualan lain (OWA) 25x12xRp. 100.000; Rp. 30.000.000;+
Total Rp. 360.000.000;

b. Pengeluaran tahun ke-1
– Pembelian obat resep Rp. 100.000.000;
– Pembelian obat bebas Rp. 50.000.000;
– Pembelian OWA Rp. 40.000.000;
– Pengeluaran rutin tahun I Rp. 70.000.000;+
Total Rp. 260.000.000;

c. Perkiraan laba rugi tahun ke I
Pendapatan tahun I Rp. 360.000.000;
Pengeluaran tahun I Rp. 260.000.000; –
Laba sebelum pajak Rp. 100.000.000;
Pajak pendapatan (10%) Rp. 15.000.000; –
Laba netto Rp. 85.000.000;
4. Perhitungan batas laba / rugi (BEP) tahun I
Pay back periode = 2, 3 tahun
a. ROI = 42.5%
b. BEP = 143.111.111 / tahun
= 11.925.925 / bulan
= 397.530 / hari
c. Prosentase BEP = 40.25 %
d. Kapasitas = 40.25% x ( 10x25x12 )
= 1207 lembar / tahun
= 100 lembar / bulan
= 4 lembar / hari

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan adanya Peluang Usaha Mendirikan Apotek Dengan Modal Kecil, jika ada kekurangan dari Artikel ini Kami mohon maaf, jika bermanfaat silahkan share artikel ini di timeline kalian, Terima Kasih

 

Search Keyword :

  • Proposal Peluang Usaha Mendirikan Apotek
  • Peluang Usaha Mendirikan apotek
  • Pendirian apotek
  • Mendirikan apotek dengan modal kecil
  • Peluang usaha apotek dengan modal kecil